Download E-book Cara Terbaik dalam Memohon Ampunan

Pembaca yang budiman pada kesempatan kali ini kami akan suguhkan ke tengah-tengah pembaca sekalian E-book Cara Terbaik dalam Memohon Ampunan. Semoga ebook ringkas ini dapat menambah wawasan kaum muslimin secara umum.

E-book Cara Terbaik dalam Memohon Ampunan

About wahonot

I a salafy man

Posted on Februari 18, 2009, in Aqidah, keluarga, Muslimah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Ass..sy bertanya soal nikah siri, boleh kah pernikahan itu dilakukan tanpa ijin n sepengetahuan istri calon suami saya. Alasannya krn tdk ingin menyakitkan perasaan istri. Akan tetapi wali dr kakak tertua saya telah nemberi ijin. Artinya syarat melalukan nikah siri ada wali dr pihak perempuan. Mohon info, krn sy berniat menikah siri untuk menghindar terjadinya zina terus menerus, hingga kami menginginkan hub suami istri bisa dilakukan tanpa melanggaran ajaran agama ..mohon bantuan info..wass


    pertanyaan yang anti (anda ) tanyakan juga pernah ditanyakan kepada Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta ( semacam MUI di Saudi yang merupakan kumpulan para ulama) seperti dibawah ini:

    PERTANYAAN : Apakah disyaratkan adanya ridha istri pertama di dalam berpoligami ?
    Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta ditanya:
    Tidak diragukan lagi bahwa Islam membolehkan adanya poligami, maka apakah diharuskan bagi suami untuk meminta keridhaan istri pertama sebelum menikahi istri kedua?
    JAWABAN :
    Tidak wajib bagi suami bila ingin menikah dengan istri kedua harus ada keridhaan istri pertama. Akan tetapi termasuk dari akhlak yang baik dan pergaulan yang harmonis untuk menjadikan senang hati istri pertama dengan cara meringankan baginya hal-hal yang bisa menyakitkan, yang ini termasuk dari tabiat wanita dalam permasalahan poligami.
    Caranya yaitu dengan wajah yang berseri-seri, ucapan yang manis, dan dengan hal-hal yang bisa memudahkan keadaan, seperti pemberian sejumlah barang untuk mendapatkan ridhanya. (Majalah Al Buhuts Al Islamiyyah 2/67)
    (Sumber : Fatwa-Fatwa Ulama Ahlus Sunnah seputar Pernikahan. Penerbit Qaulan Karima Purwakerta. Terjemah kitab : Fatawa Al Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah. Bab Nikah Wathalaq. Penterjemah : Abu Abdirrahman Muhammad bin Munir. Cet. I Okt. 2005)
    diambil dari http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=477

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: