Kejinya Kawin Sesama Jenis (2/2)

Oleh: Admin blog.vbaitullah.or.id

(red. vbaitullah.or.id:) Inilah bagian kedua dari artikel dengan topik yang sebenarnya tidak perlu dibahas bagaimana kejinya kawin sesama jenis. Karena secara lahiriah saja sudah bertentangan dengan fitrah manusia itu sendiri. Namun karena ada yang menulis dan mengatasnamakan islam, sehingga membuat sebagian kaum muslimin menjadi ragu, maka kamipun berusaha menyuguhkan tema ini. Bersamaan dengan itu, selain menjelaskan hukuman bagi yang melakukan homoseksual, juga memberi peringatan akan kufurnya orang-orang yang menghina hukum Allah. Hal ini agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi, dan orang-orang tidak sembarangan berbicara tanpa ilmu, terlebih lagi merendahkan hukum Allah.

3 Hukuman Bagi Yang Melakukan Homoseks dan Lesbian

Barusan kita katakan bahwa tidak ada perselisihan di kalangan para ulama tentang haramnya homoseksual, karena ayat-ayat al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sangat gamblang dalam hukum ini. Mereka hanya berselisih tentang hukuman bagi pelaku homoseksual dan lesbian.

Berkata Imam Ibnul Qayyim :

 “Tatkala perbuatan liwath itu sangat berbahaya, maka hukuman pelakunya di dunia dan akhirat pun sangat berat. Para ulama berselisih apakah hukuman pelaku homo itu lebib berat dari perbuatan zina ataukah hukuman zina itu lebih berat ataukah sama antara keduanya?

Mereka berselisih menjadi tiga pendapat: Abu Bakr ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, Khalid bin Walid, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Ma’mar, az-Zuhri, Rabi’ah ar-Ra’yi, Malik, Ishaq bin Rahawaih, Imam Ahmad, Syafi’i dalam salah satu pendapatnya, mereka semua mengatakan bahwa hukuman homoseks dan lesbian lebih berat daripada hukuman zina, yaitu dengan cara dibunuh baik muhshan maupun bukan. Adapun Atha’ bin Abu Rabah, Hasan al-Bashri, Sa’id bin Musayyib, Ibrahim an-Nakha’i, Qatadah, Auza’i, asy-Syafi’i, dan Ahmad dalam salah satu riwayat beliau, mengatakan bahwa huku- mannya sama dengan hukuman orang yang berzina.

Hanya saja Imam Abu Hanifah dan Hakam bin Utaibah berkata bahwa hukumannya dikembalikan kepada ijtihad hakim.”8

 4 Seperti Itukah Metode Tafsir Anak-anak IAIN

Setelah memahami masalah di atas, maka sekarang kita beralih lagi kepada apa yang dikatakan oleh anak-anak IAIN itu yang dengan segala kesombongan dan kepongahan mereka berani menafsirkan ayat-ayat al Qur’an dengan keinginan hawa nafsu yang jauh dari ruh syari’at dan jauh dari bimbingan para ulama.

Wallohi (Demi Alloh), seandainya penulis yang mengatakan itu semua maka penulis telah kafir. Namun, penulis tidak berani mengkafirkan mereka karena bagi kami mereka adalah orang-orang bodoh.9 Namun karena ucapan itu mengandung banyak kerancuan, maka kita cukupkan beberapa di antaranya untuk menunjukkan pada yang lainnya:  

  1. Mereka menghina Nabi Luth. Hal ini sangat jelas dari ungkapan di atas, misalnya apa yang mereka katakan bahwa Nabi Luth kecewa karena gagal menikahkan putrinya kemudian atas dasar itulah beliau mengecam perbuatan homo, Nabi Luth salah orientasi, dan lainnya. Padahal seluruh kaum muslimin mengetahui bahwa para nabi dan rasul Alloh adalah orang-orang yang terjaga dari kesalahan dan mereka adalah orang-orang mulia yang barangsiapa mengikutinya maka dia akan menjadi orang-orang yang beruntung. Alloh Ta’ala berfirman:  

Dan barangsiapa yang menaati Alloh dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: para nabi, shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik- baiknya. (QS. an-Nisa’ [4]: 69)

  1. Mereka menganggap bahwa adzab yang diturunkan oleh Alloh saat itu hanyalah bencana alam biasa. Ini adalah pemahaman yang aneh. Perhatikan kembali ayat-ayat di atas dengan bagus, pada semua ayat al-Qur’an yang menceritakan tentang kaum Luth. Adakah seorang pun yang akalnya masih sehat bahwa kisah semacam itu adalah bencana alam biasa?
  2. Mereka menganggap bahwa kaum Nabi Luth adalah kaum yang tidak berbuat salah dengan kelakuan mereka yang homoseksual tersebut. Dan ini jelas fatal. Bukankah Alloh Ta’ala telah menyebut mereka sebagai kaum yang mujrimin (orang-orang yang berbuat dosa)? Kalau memang Alloh yang mengatakan demikian, apakah kemudian bisa dibalik dengan mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang wajar sedangkan Nabi Luth yang salah orientasi ditambah dengan kekecewaan lantaran gagal menikahkan anaknya? Beginikah cara kalian menafsirkan al Quran setelah bertahun-tahun belajar di bangku kuliah? Tafsir apakah yang kalian gunakan???

Beginilah hasilnya kalau menafsirkan al-Qur’an berdasarkan cara hermeneutika modern? Barusan kita dikejutkan dengan ucapan Abdurrahman Wahid yang mengatakan bahwa kitab suci yang paling porno di dunia adalah al-Qur’an sementara pada saat yang sama dia menganggap bahwa karya sastra seseorang dari Mesir yang mengambil pelaku utamanya seorang pelacur sebagai sebuah karya besar sastra Islam. Kalau agak mundur ke belakang beberapa waktu yang lalu Abdul Muqsith Ghazali, salah seorang pendekar JIL, menganggap bahwa kata anjing-hu akbar tidak apa-apa dan tidak ada yang salah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.  

  1. Mereka menganggap, Nabi Luth adalah orang tradisional yang mistis lagi bodoh. Ucapan semacam ini tidak perlu dibantah, karena menyebutkannya saja sudah cukup sebagai bantahan bagi siapa saja yang akalnya masih sehat.
  2. Mereka menganggap bahwa istri Nabi Luth adalah wanita berakal yang memahami keadaan kaumnya lalu berusaha menasehati suaminya. Saya heran dengan ucapan semacam ini. Tidak tahukah bahwa Alloh Ta’ala berfirman:

Alloh membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya, maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Alloh, dan dikatakan kepada keduanya: “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka.” (QS. at- Tahrim [66]: 10)  

5 Kufurnya Orang Yang Menghina Hukum Allah

Dari Abdullah bin Umar, Muhammad bin Ka’b, Zaid bin Aslam, dan Qatadah: Bahwasanya saat perang Tabuk ada seseorang yang berkata:  

“Saya tidak mengetahui ada orang-orang yang seperti para pembaca al-Qur’an itu. Mereka paling suka makan dan paling banyak berdusta serta paling takut kalau saat perang (yang dia maksudkan adalah Rasulullah dan para sahabat beliau). Maka Auf bin Malik berkata kepadanya: “Engkau berdusta, namun engkau adalah seorang yang munafik, sungguh saya akan memberitahukan hal ini pada Rasulullah.” Maka beliau pun pergi kepada Rasulullah untuk memberitahukan akan hal ini, namun ternyata turunnya al-Qur’an telah mendahuluinya.  

Lalu datanglah lelaki tersebut kepada Rasulullah dan saat itu beliau sudah naik untanya, lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tadi hanya bersenda gurau, kami sedang berbicara sebagaimana pembicaraan orang-orang yang sedang dalam perjalanan untuk menghilangkan penatnya safar.” Berkata Ibnu Umar: Seakan-akan saya melihat dia itu memegang kaki untanya Rasulullah sedangkan bebatuan mengenai kedua kakinya seraya berkata: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau.” Maka Rasulullah membacakan firman Alloh: “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian mengolok-olok.” Dan Rasulullah tidak menoleh sedikitpun kepadanya dan tidak mengucapkan apa-apa lagi.10

Ayat yang dimaksud oleh Rasulullah adalah firman Alloh:  

Dan jika engkau bertanya kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya, dan Rasul- Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka bertaubat) niscaya Kami akan mengadzab golongan lainnya disebabkan mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa. (QS. at-Taubah [9]: 65, 66)

Saudaraku seiman!!! Kalau orang ini hanya main-main dan bersenda gurau dengan Alloh, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya saja telah kufur, maka bagaimana dengan mereka yang jelas-jelas menghina dan melecehkan ayat-ayat Alloh dan hukum-Nya?

Perhatikanlah!! Nabi Luth yang seorang nabi dianggap tolol dan salah persepsi, sedangkan istri Nabi Luth yang dijadikan oleh Alloh sebagai permisalan orang-orang kafir dianggap sebagai orang yang bisa memahami keadaan lalu menasehati suaminya, homoseks yang keharamannya lebih jelas daripada matahari di siang bolong dianggap tidak ada dalil yang mengharamkannya, adzab yang ditimpakan Alloh kepada kaum Luth dianggap sebagai bencana alam biasa bahkan ditambahi dengan omongan: “Masa’ hanya faktor orang yang homo, kemudian terjadi bencana alam.”

Kalau ini bukan sebuah kekufuran, penulis tidak mengetahui apakah arti kekufuran tersebut!!!

 6 Penutup

Saudaraku seiman!!! Alloh Ta’ala memberikan wasiat kepada kita:  

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka… (QS. at-Tah- rim [66]: 6)

Orang yang berakal adalah orang yang mampu menghindarkan diri dan keluarganya dari tempat-tempat dan pemikiran yang akan menjerumuskannya kepada kesesatan. Kalau engkau tidak mau anakmu menjadi komunis maka jangan sekolahkan anakmu di Rusia dan Cina, kalau tidak mau anakmu menjadi Syi’ah maka jangan taruh dia di Iran, karena di mana dia belajar maka disitulah dia akan menyerap segala pemikiran yang ada. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Wallohul Musta’an Wallohu A’lam.

 Catatan Kaki

8

ad- Da’wad Dawa’ hal. 260.

9

Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui, sehingga tidak boleh menghukumi kafir bagi orang yang mengerjakan kekufuran, jika dia belum memahami / menyadarinya. -red. vbaitullah.or.id

10

HR. Ibnu Jarir 10/1 19 dan Ibnu Abi Hatim dengan sanad hasan sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i dalam ash-Shahih al- Musnad.


Disalin dari majalah Al Furqon Edisi 12 tahun V / Rajab 1427/ Agustus 2006

diupload kembali oleh: https://wahonot.wordpress.com 

About wahonot

I a salafy man

Posted on Agustus 12, 2008, in Aqidah, keluarga, Muslimah, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. betul tuh. kawin sesama jenis, mana bisa jadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: