Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi Dan Buruknya Hubungan Bertetangga

Oleh : Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

 Ibnul Atsir berkata : “Al-Fuhsy (perbuatan keji) ialah segala sesuatu yang amat buruk yang berupa dosa dan maksiat. Dan lafal alfahisyah sering diartikan dengan zina. Dan segala yang buruk, baik berupa perkataan maupun perbuatan, maka dia itu adalah fahisyah”. (An-Nihayah 3 : 415). 

 Imam Ahmad dan Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga”.(Musnad Ahmad 10:26-31 dengan syarah Ahmad Syakir. Beliau mengatakan “Isnadnya Shahih” dan beliau juga menyebut riwayat Al-Hakim dan membicarakannya dengan panjang lebar. Periksa pula Mustadrak Al-Hakim 1:75-76, beliau meriwayatkannya dengan tiga sanad seraya berkata, “Ini adalah hadits shahih, dan Imam Asy-Syaikhani telah sepakat berhujjah dengan semua perawinya kecuali Abu Sabrah Al-Hadzli. Dia adalah seorang Tabi’i besar yang riwayat hidupnya disebutkan dalam kitab-kitab Musnad dan tarikh, dan dia itu tercela”. Dan beliau menyebutkan syahid (hadits lain dari sahabat yang lain), dan Adz-Dzahabi menyetujui penshahihannya). Ath-Thabari meriwayatkan dalam Al-Ausath dari Anas, ia berkata : telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah banyaknya perbuatan dan perkataan keji dan pemutusan hubungan kekeluargaan”. (Majma’uz Zawaid 7:284. Al-Haitsami berkata : “Perawi-perawinya kepercayaan, tetapi sebagian mereka diperselisihkan. Tetapi hadits-hadits ini mempunyai saksi (syahid/hadits yang semakna dengannya yang diriwayatkan dari jalan sahabat lain). Dan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda. “Artinya : Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat …, akan banyak terjadi pemutusan hubungan kekeluargaan”. (Musnad Ahmad 5:333 dengan syarah Ahmad Syakir. Beliau berkata “Isnadnya shahih”). Apa yang disinyalir oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sekarang telah terjadi. Kekejian telah banyak terjadi diantara manusia. Mereka sudah tidak ambil peduli dalam melakukan kemaksiatan dan berkata keji dengan segala akibatnya. Pemutusan hubungan kekeluargaan terjadi disana-sini. Seorang kerabat tidak lagi menyambung hubungan kekerabatannya, bahkan mereka saling memutuskan dan saling membelakangi. Mereka hidup dalam satu negeri, satu wilayah, satu daerah, satu kampung, tetapi bulan-bulan dan tahun-tahun mereka biarkan berlalu tanpa saling mengunjungi dan menghubungi. Semua ini hanya terjadi karena lemahnya iman, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyuruh menyambung kekeluargaan dan melarang memutuskannya. Beliau bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Allah menciptakan mahluk, sehingga ketika telah selesai, berkatalah ar-rahm (kekeluargaan), ‘Ini kedudukan orang yang memohon perlindungan kepada-Mu dari memutuskan kekeluargaan (silaturrahmi), ‘Dia menjawab, Ya, apakah engkau tidak senang kalau Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambung hubungan denganmu, dan Aku memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubunganmu.? ‘Ia menjawab, ‘Ya’. Dia berfirman, ‘Maka, demikian itulah kedudukanmu” Kemudian beliau bersabda : Bacalah kalau kalian mau firman Allah. “Artinya : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci ?”. (Muhammad : 22 -24).(Shahih Muslim, Kitab Al-Birr wash-shilah wal adab, Bab Shilaturrahim wa Tahrimi Qathi’atiha 16:112). Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. “Artinya : Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan”. (Shahih Muslim, Kitab Al-Birr wash-shilah wal adab, Bab Shilaturrahim wa Tahrimi Qathi’atiha 16:114). Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya. “Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya”. (Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Al-Hats’ala Ikram Al-Jaar a Adh-Dhaif 2:20). Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya. “Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya”. (Shahih Muslim 2:20). Dan sabda beliau lagi. “Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya”. (Shahih Muslim, Kitabul Birr was-Shilah wal Adab, Bab Al-Washiyat bil-Jaar wal-ihsan 16:176)

Disalin dari buku Asyraus Sa’ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A’ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi. 

 http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/556

Di upload kembali di https://wahonot.wordpress.com

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juli 30, 2008, in Aqidah, Fikh, keluarga, Muamalah, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: