Adab Muslim Menurut Al Qur’an dan Sunnah Nabi (bag. 5)

Oleh: Abu Abdirrohman Albayaty

d.  Etika Berpakaian Dan Berhias

1.      Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : “Apabila Allah mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

2.      Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya. 

3.      Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu ‘anhu ia menuturkan:

“Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Al-Bukhari).Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun lainnya. 

4.      Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran), karena Rasulullah Radhiallaahu ‘anhu telah bersabda: “Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani). 

5.      Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha menyatakan bahwasanya beliau berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya”. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad). Hal ini berlaku pada semua keadaan, baik ketika sholat ataupun di luar sholat. Begitu pula pakaian yang ada tulisan-tulisan gaulnya yang ada dipunggung, maka pakaian semacam ini akan mengganggu bagi jama’ah yang sholat di belakangnya.

6.      Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta’ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku”. (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani). 

7.      Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka” (HR. Al-Bukhari). Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (menggusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang menyatakan : “Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong”. (Muttafaq ‘alaih). Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menutup seluruh badannya termasuk kedua kakinya, kecuali muka dan telapak tangan.

8.      Disunnahkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. Aisyah Radhiallaahu ‘anha di dalam haditsnya berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya, ketika memakai sandal, menyisir rambut dan bersuci’. (Muttafaq ‘alaih). 

9.      Disunnahkan kepada orang yang mengenakan pakaian membaca :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat kitab Irwa’ul Ghalil 7/47).

10.  Disunnahkan kepada orang yang melepaskan / meletakkan pakaian membaca :

بِسْمِ اللهِ

Artinya:”Dengan nama Allah (aku meletakkan baju)” (HR. At-Tirmidzi 2/505 dan Imam yang lain. Lihat Irwa’ul Ghalil, 49 dan Shahihul Jami’ 3/203)

11.  Disunnahkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca :

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya:“Ya Allah, hanya milikMu segala pu-ji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepadaMu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku ber-lindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya”. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh Al-Albani, halaman 47).

12.  Disunnahkan bagi orang yang melihat saudaranya mengenakan pakaian baru dengan do’a :

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

Artinya:Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya kepadamu. (HR. Abu Daud 4/41 dan lihat pula Shahih Abi Dawud, 2/760)         

13.  Disunnahkan memakai pakaian berwarna putih, katrena hadits mengatakan: “Pakaialah yang berwarna putih dari pakaianmu, karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu …” (HR. Ahmad dan dinilah shahih oleh Albani). 

14.  Disunnatkan menggunakan parfum bagi laki-laki, kecuali bila dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah, sedang bagi wanita ada larangan memakai wangi-wangian jika berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya).

15.  Haram bagi perempuan memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul). Karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam di dalam haditsnya mengatakan: “Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan yang minta ditatoi, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, (mereka) mengubah ciptaan Allah”. Dan di dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya”. (Muttafaq ‘alaih).

Daftar pustaka:
1. Adab harian Muslim Teladan, Abdul Hamid bin Abdirrohman As Suhaibani.
2. Etika seorang Muslim, Departemen Ilmiah Darul Wathon.
3. Shohih dan Dhoif Kitab Al Adzkar, Syaikh Salim bin Ied Al Hillali
4. Kumpulan Doa Dalam Al-Qur’an & Al-hadits, Said Bin Ali Bin Wahf Al-Qahthoni

 

Iklan

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juli 14, 2008, in Adab, Fikh, keluarga, Muslimah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. betul ke wahabi ni betul ?
    di malaysia , wahabi akan diharamkan , insyallah..
    lebih kepada menyerupai khawarij..cuma bertopengkan akidah dan sunnah …
    mohon lihat semula kitab-kitab muktabar ulama mengenai wahabi dan ibn taimiyyah.
    wasalam

    wassalamu’alaikum…
    wahai saudaraku, afwan ana mau tanya sama abu muhammad, apakah anda tahu apakah itu wahabi??apakah anda sudah mengerti betul apa itu wahhabi dan apa yang anda maksud wahabi. jika yang anda maksud adalah wahabi diawal-awal hijriyah di afrika utara maka memang benar gerakan wahabi lebih tepatnya wahabiyah waktu itu adalah menyimpang dengan pemikiran takfiri /khowarij (mudah mengkafirkan kaum muslimin).(baca di e-book siapakah wahhabi hal. 7-9 di blog ini). Akan tetapi jika yang anda maksud adalah gerakan wahabi yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab maka pernyataan anda salah besar dan tanpa bukti karena beliau adalah seorang yang memperjuangkan dakwah tauhid dan beliau tidak suka untuk mengkafir-kafirkan kaum muslimin begitu juga dengan syaikhul islam ibnu Taimiyah. beliau sendiri melarang untuk berbuat memberontak kepada penguasa apalagi mengkafir-kafirkan kaum muslimin. maka saya sarankan kepada saudaraku abu Muhammad tolong baca lagi artikel siapakah sebenarnya wahabi dan syaikh Muhammad bi Abdul Wahhab, jangan sampai anda menyatakan sesuatu tanpa dengan bukti yang nyata hanya berdasarkan ucapan seseorang semata lantas anda mempercayainya. kita sebagai seorang muslim alangkah indahnya bedasarkan dengan dalil dan hujjah bukan berdasarkan qiila wa qoola ( ucapan yang tidak jelas sumbernya) Artikel tersebut ttg wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bisa dibaca dan di download di blog ini di sini dan di sini. Semoga Alloh memberi petunjuk kepada kita semua dari perkataan tanpa ilmu dan menjadikan kita golongan orang-orang yang senantiasa menegakkan sunnah nabi_Nya.Baarokallohulakum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: