Adab Muslim Menurut Al Qur’an dan Sunnah Nabi (bag. 2)

Oleh : Abu Abdirrohman Albayaty

b.   Etika Tidur dan Bangun

1.   Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

2.    Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah ra “Bahwasanya Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam  tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat”.(Muttafaq `alaih)

3.  Disunnatkan berwudhu’ sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara’ bin `Azib Rodhiyallohu ‘anhu menuturkan : Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.

4.   Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah Rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Di dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali”. (Muttafaq `alaih).

5.   Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Rodhiyallohu ‘anhu menuturkan :“Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :”Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

6.    Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam  telah bersabda: “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya”. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

7.   Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir Rodhiyallohu ‘anhu diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam  telah bersabda: “Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman”. (Muttafaq ‘alaih).

8.   Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut ( untuk surat al ikhlash dan Al-Mu`awwidzatain di baca 3 kali dimana setiap kali membaca diusapkan ke seluruh tubuh yang mampu dia raih, red) .

9.   Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wassalam, seperti :

اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

(Allaahumma qinii yauma tab’atsu ‘ibaadaka)

Artinya:”Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu”. Dibaca tiga kali. (HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

Dan membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

( Bismika Alloohumma Amuutu Wa ahyaa)

Artinya:” Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari)

Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini :

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِمِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

(“A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhoobihi Wa syarri ‘ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna.”)

Artinya:” Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku”. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

Dan do’a-do’a yang lain yang dapat dilihat dalam buku Hisnul Muslim.

10.  Hendaknya apabila bangun tidur membaca :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

(“Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba’da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuuru”)
Artinya:”Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.”
(HR. Al-Bukhari)

 

Maroji’

1.      Adab harian Muslim Teladan, Abdul Hamid bin Abdirrohman As Suhaibani.

2.      Etika seorang Muslim, Departemen Ilmiah Darul Wathon.

3.      Shohih dan Dhoif Kitab Al Adzkar, Syaikh Salim bin Ied Al Hillali

4.      Kumpulan Doa Dalam Al-Qur’an & Al-hadits, Said Bin Ali Bin Wahf Al-Qahthoni

 

InsyaAlloh bersambung…..

 

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juni 30, 2008, in Fikh, keluarga, Muslimah, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: