Wahai Saudaraku, Prioritaskan Dakwah Tauhid!!

Oleh:  Redaksi muslim or.id

Ikhwah fillah, kasus FPI dan AKKBB telah mampu mengusik perhatian masyarakat untuk sejenak melupakan melonjaknya harga BBM. Kasus tersebut mulai memercikkan lidah-lidah api dimana-mana. Kelompok yang sudah lama muak dengan aksi FPI selama ini, mendapatkan alasan pembenaran untuk membalas dendam. Di salah satu daerah, ada satu kelompok yang sudah menyiapkan orang-orang mereka dengan pengisian ilmu syirik kekebalan tubuh untuk menghadapi FPI. Di daerah lain malah sudah latihan perang dan siap untuk tempur. Sungguh menyedihkan. Apakah ini buah dakwah yang tidak barokah? misi memerangi kemaksiatan berbuah kesyirikan dan ancaman perang saudara.

Ikhwah fillah, masyarakat kita adalah masyarakat yang awam ilmu agama. Mereka belumlah mengenal hakikat tauhid dan bahaya syirik. Menyadarkan masyarakat yang penuh dengan kesyirikan adalah dengan mengajarkan tauhid ke dalam hati mereka dengan penuh kesabaran siang dan malam, bukan dengan menendang dan memukul. Tauhid tetaplah prioritas utama dakwah kita, karena begitulah teladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita. Sehingga alangkah sangat mengherankan, ketika ada satu kelompok dakwah yang memprioritaskan untuk memerangi kemaksiatan, akan tetapi cuek dan menutup mata terhadap kesyirikan-kesyirikan yang ada di hadapannya. Di saat saudara-saudara kita berlomba-lomba memakai jimat dan mengisi ilmu syirik kekebalan tubuh untuk membantai kita, justru di saat itulah waktu yang tepat bagi kita untuk berdakwah tauhid, dan bukan sebaliknya bersiap-siap menyusun kekuatan untuk membantai saudara kita sendiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan cara berdakwah dengan lemah lembut, karena hukum asal dalam berdakwah adalah lemah lembut. Bersikap keras dalam berdakwah hanya ketika dibutuhkan saja, dan jangan dijadikan ciri khas. Seorang da’i bukanlah tukang pukul yang hanya bisa memukul dan menendang. Dakwah adalah menyampaikan ilmu, oleh karena itu bekal ilmu yang mumpuni pada sosok seorang da’i menjadi suatu niscaya yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Ikhwah fillah, tentu saja tidak ada toleransi bagi kemunafikan dengan kemasan Islam Liberal, pun dengan Ahmadiyah yang mengaku-ngaku bagian dari Islam! Akan tetapi tidakkah kita bisa berdakwah dengan cantik sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? semua sudah ada tuntunannya dalam Islam… hanya tinggal lagi kita mau mengikuti tuntunan tersebut atau membuat-buat tuntunan sendiri? Mudah-mudahan Allah menolong para pejuang-pejuang dakwah, memberikan hidayah taufik-Nya untuk selalu berada pada manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Semoga dapat direnungi…

[ibn/www.muslim.or.id]

 

 

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juni 13, 2008, in Aqidah, keluarga, Manhaj. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Seharusnya FPI harus tahu diri dan tidak mudah memukul orang, tidak mudah menuduh orang sirik – yahudi dll, juga sahrusnya FPI tidak mencaci cacat seseorang sebagaimana yang diucapkan Habib Riziq berkata: Gus Dur itu buta mata buta hati tahu apa dia?. Waktu lain Habib Riziq berkata : Jangankan satu Gus Dur seribu Gus Dur pun akan aku lawan? apakah ucapan-ucapan tsb pantas diucapkan oleh HAbib Riziq yang mengaku keturunan Rosulullah SAW. Padahal yang kita ketahui akhlaq Rasulullah Muhammad SAW sangatlah hormat kepada sesama, sayang pada kaum miskin, tidak mudah mencela makhluq lain bahkan mencela makanan saja oleh Rosulullah kita sebagai ummatnya dilarang apalagi mencela manusia apalagi yang dicela seorang tokoh Dunia seperti Gus Dur. Bukannya saya membela Gus Dur atau kelompoknya Gus Dur tetapi saya mengagumi sistem da’wahnya beliau lewat berbagai macam dialog dan hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Selagi pintu musyawarah masih bisa kenapa harus main pukul apalagi saudara kita sendiri sesama islam. Rasulullah sendiri pernah berkata dalam hadistnya :” Barang siapa yang memusuhi/memerangi kafir dimmy besok diakhirat akan berhadapan dengan saya”. Hadis ini sebenarnya kalau kita telaah kafir dimmy itu adalah sasaran kita ummat islam untuk kita ajak masuk islam dengan da’wah bil hal dengan akhlaq yang baik bukan main hantam kromo pukuuul apalagi setiap mau memukul entah itu dengan sesama muslim atau lainnya selalu menyebut kalimat yang agung “ALLAH AKBAR” yang katanya jihad masak memukul sesama muslim jihad, perlu dipertanyakan ini? Dalam siasat perang saja Rasulullah melarang para sahabat membunuh atau menganiaya orang-orang tua, anak kecil, wanita, pasukan musuh yang belum siap tidak boleh diserang lebih dulu. Terus rujukan mana yang di pakai habib riziq yang selama ini digunakan untuk mengobrak abrik toko, warung, kios, masjid ahmadiyyah, tokonya kafir dzimmy diblan puasa kemarin. memukuli orang-orang yang lewat yang tidak puasa disiang hari benar atau salah? Indonesia bukan negara islam, seumpama negara islam yang berhaq menghukum adalah aparat pemerintah bukannya habib riziq dan FPI nya. Dan memang ada isu-isu bahwa anggota FPI yang banyak adalah preman-preman yang menarget ke toko-toko, warung-warung disekitarnya. Perlu diselidiki memang!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: