Penggerebekan dan Penghancuran Tempat Maksiat

Oleh: Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili

Wahai saudaraku yang budiman, kekerasan dengan kemasan Penegakan Syari’at Islam yang dilakukan oleh FPI, telah berhasil dengan sukses menampakkan wajah Islam yang garang dan haus darah. Apakah dengan cara demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya beramar ma’ruf nahi mungkar? Dibawah ini saya bawakan fatwa ulama kibar berhubungan dengan masalah tersebut beserta beberapa artikel yang terkait dengan bagaimana beramar ma’ruf nahi munkar yang nabi ajarkanPertanyaan:

Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili ditanya: Apakah kami diperbolehkan merubah kemungkaran dengan kekuatan tangan, seperti menghancurkan lokasi-lokasi pelacuran dan mabuk-mabukan, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin di Indonesia?   

Jawaban:
Ini tidak boleh! Bahkan ini termasuk kemungkaran tersendiri. Merubah kemungkaran dengan kekuatan tangan merupakan hak Waliyul Amr (umara). Tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang terhadap tempat-tempat maksiat, (yakni) dengan menghancurkan dan membakarnya, atau juga tindakan melampaui batas seseorang dengan melakukan pemukulan, maka ini merupakan kemungkaran tersendiri, dan tidak boleh dilakukan.

Para ulama telah menyebutkan masalah mengingkari dengan kekuatan tangan, merupakan hak penguasa. Yaitu orang-orang yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya.”

Makna kemampuan yang disebutkan dalam hadits ini, bukan seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, yaitu kemampuan fisik untuk memukul atau membunuh. Kalau demikian yang dimaksudkan, maka kita semua dapat memukul. Namun, apakah benar yang dimaksud seperti ini?

Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan syar’iyah. Yang berhak melakukannya ialah orang yang memiliki kemampuan syar’iyah. Yaitu, pengingkaran terhadap mereka tidak akan menimbulkan kemungkaran lain. Dengan demikian, perbuatan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang, baik dengan memukul atau menghancurkan tempat-tempat maksiat yang dilakukan seperti pada sekarang ini merupakan pelanggaran.

Orang yang melihat kemungkaran atau melihat pelaku kemungkaran, hendaknya melaporkannya kepada polisi, sebagai pihak yang bertanggungjawab, atau para ulama atau para da’i, untuk selanjutnya diserahkan kepada yang memiliki wewenang. Kemudian akan diselidiki, sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat.

[Soal-jawab Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 27 Jumadil Akhir 1427H]

 Sumber: Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016 – website: www.bukhari.or.id 

Artikel yang terkait beramar ma’ruf nahi munkar dapat dilihat pada link berikut:

Atau jika antum sekalian mau download e-book lengkap seputar bagaimana amar ma’ruf nahi munkar silahkan download di sini

Sumber: http://www.muslim.or.id

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juni 13, 2008, in Aqidah, keluarga, Manhaj, Muslimah. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. walah, dasar salapi murjiah, kalian benar 2 lemah iman, benar benar.
    yg kalian anggap sebagai ulama2 kalian itu adalah alat penguasa arab yg disetir barat , buka mata kalian,
    apa islam itu sekedar pergi ta’lim pulang kawin pergi lagi poligami dan begitu terus tiap hari?


    Kepada saudara abu syaima, semoga alloh memberi petunjuk kepada kita semua di atas jalan yang lurus, jalannya para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in yang senantiasa melaksanakan perintah Alloh dan rosulnya walaupun mereka kadang merasa tidak sreg. Lihatlah sahabat tatkala ada seorang arab badui yang kencing di masjid kemudian para sahabat serta merta mau mencegah dengan cara kasar tetapi dilarang nabi yang pada akhirnya mereka menyadari akan kesalahannya?? Islam datang dengan bukti dalil yang kuat akhi bukan dengan cela dan maki tanpa bukti, semangat membela islam tanpa dalil / ilmu itu hanya akan merusak islam sendiri, maka camkan dan pikirkan kembali.

  2. @komen yang atas…. maksudnya apaan sii

  3. Kepada saudara abu syaima, semoga alloh memberi petunjuk kepada kita semua di atas jalan yang lurus, jalannya para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in yang senantiasa melaksanakan perintah Alloh dan rosulnya walaupun mereka kadang merasa tidak sreg. Lihatlah sahabat tatkala ada seorang arab badui yang kencing di masjid kemudian para sahabat serta merta mau mencegah dengan cara kasar tetapi dilarang nabi yang pada akhirnya mereka menyadari akan kesalahannya?? Islam datang dengan bukti dalil yang kuat akhi bukan dengan cela dan maki tanpa bukti, semangat membela islam tanpa dalil / ilmu itu hanya akan merusak islam sendiri, maka camkan dan pikirkan kembali.

    Setuju banget, Rasulullah selalu mengajarkan berlemah lembut, bukan bersikap kasar dan keras.

  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Masya Allah, wahai Abu Saima begitukah cara seorang yang mengaku mengikuti Rasulullah SAW dalam berucap. Ucapan antum merupakan suatu tuduhan yang tanpa dilandasi dalil syar’i. Sekarang ini kan jaman udah maju, jangan asal berucap atau asal tuduh aja, buktikan donk dengan bukti2 yang kuat, secara ilmiah lah. Kalo yang dituduh kita2 yang masih pada belajar sich gpp dengan cara spt itu, ini yg dituduh ulama, ulama membawa dalil dalam berucap, coba donk antum kalo nuduh jg disertai dalil. Kan lebih ilmiah.

    Ana sangat setuju dengan artikel diatas, karena Islam datang dengan rahmat, tidak dengan kekerasan. Dalam beramar mak’ruf nahi munkar, penguasalah yang berhak untuk melakukan tindakan. Sekarang jika kita sendiri-sendiri melakukan aksi tersebut, banyak orang yang masih awam tentang Islam, menjadi semakin takut akan Islam itu sendiri.

    Bagi orang yang berilmu pake ilmunya untuk beramar ma’ruf nahi munkar, bagi yang tidak punya kekuasaan atau ilmu, mending diam aja sambil trus berdoa kepada Allah dan tetep istiqomah. Bukannya spt itu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW?

    Jangan kita melakukan suatu ‘kebaikan’ tapi malah menimbulkan keburukan, orang awam jadi resah, Islam dituduh teroris atau apalah. Coba kalo yang melakukan penggrebekan amir atau penguasa, ceritanya kan bakal lain. Orang awam jg memandangnya lain kalo yang melakukan aksi tersebut dilakukan oleh penguasa, karena mang udah tugasnya, tapi kalo yang melakukan segelintir orang, jdnya ya spt ini, terjadi kekacauan. Sekedar tanya, hikmah yang bisa kita petik dari aksi tersebut apa??pengaruh di masyarakat seperti apa??lebih banyak pengaruh positif atau negatif tentang Islam. COba donk kita baca lagi petuah2 para ulama kita, kita pahami dg hati, Insya Allah kita akan menemukan indahnya Islam.

    kalo ada kata2 yang kurang berkenan, ana mohon maaf, tidak ada niatan kecuali agar kita semua kembali kepada pemahaman yang shahih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  5. mari bersama berdo’a demi keselamatan ummat dgn naungan cahaya Islam yang benderang. Saling menasihati dan senantiasa mengamalkan amalan sholihan. saudara kita yang salah dan hilap adalah tanggung jawab kita juga. kita apa artinya iman sendirian sambil membiarkan saudara kita yang belkum paham

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: