Tata-Cara Berwudhu Menurut Al Qur’an dan Sunnah Nabi

Oleh : Abu Abdirrohman Albayaty

 

     Wudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang khusus di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Adapun sebab yang mewajibkan wudhu adalah hadats, yaitu apa saja yang mewajibkan wudhu atau mandi [terbagi menjadi dua macam, (hadats besar) yaitu segala yang mewajibkan mandi dan (hadats kecil) yaitu semua yang mewajibkan wudhu]. Adapun dalil_wajibnya_wudhu_adalah_firman_Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,” (Q.S. Al-Maidah:6)

Adapun dalil tata cara wudhu secara sempurna adalah hadist riwayat Abdullah bin Zaid tentang tata_cara_wudhu_(terdapat_lafal):
“Kemudian Rasulullah memasukkan tangannya, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dengan satu tangan sebanyak tiga kali.” (Mutafaq ‘alaih).

Dan dari Humran bahwa Utsman pernah meminta dibawakan air wudhu, maka ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, …kemudian membasuh tangan kanannya sampai ke siku tiga kali, kemudian tangan kirinya seperti itu pula, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki kirinya seperti itu pula, kemudian berkata, “Aku melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini. (Mutafaq alaih).

Dan dari Abdullah bin Zaid bin Ashim dalam tatacara wudhu, ia berkata,
“Dan Rasulullah mengusap kepalanya, menyapukannya ke belakang dan ke depan.” (Mutafaq alaih).

Dan lafal yang lain,
“(Beliau) memulai dari bagian depan kepalanya  sampai  ke tengkuk, kemudian menariknya lagi ke bagian depan tempat semula memulai.”
Dan dalam riwayat Ibnu Amr tentang  tata  cara  berwudhu, katanya, “Kemudian   ( Rasulullah ) mengusap kepalanya, dan memasukkan dua jari telunjuknya ke masing-masing telinganya, dan mengusapkan kedua jari jempolnya ke permukaan daun telinganya.” (H.R . Abu Dawud, Nasa`i dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

 Takaran air dalam berwudhu adalah satu mud (Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut ukuran orang Hijaz dan 2 liter menurut ukuran orang Irak. (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). Adapun untuk mandi sebanyak satu sha’ sampai lima mud. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Anas, katanya, “Adalah Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.” ) (H.R. Muttafaq alaih

A.   Tata cara wudhu yang diajarkan Rosululloh adalah sebagai berikut:

1.     Apabila seorang muslim mau berwudhu atau mandi (wajib / junub), maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya. Niat yang dimaksud dalam berwudhu dan mandi (wajib) adalah niat untuk menghilangkan hadats atau untuk menjadikan boleh suatu perbuatan yang diwajibkan bersuci, oleh karenanya amalan-amalan yang dilakukan tanpa niat tidak diterima. Dalilnya_adalah_firman_Allah:
“Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Q.S. Al-Bayyinah:5).
Dan_hadits_dari_Umar_bin_al-Khaththab,_bahwa_Rasulullah_bersabda,
“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”.

Kemudian membaca Basmalah :

( Bismillaah) بِسْمِ اللهِ

sebab Rasulullah  bersabda:

“Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani di dalam kitab Al-Irwa’ (81).  

 Dan apabila ia lupa, maka dia bisa membacanya tatkala dia ingat ketika masih berwudhu, namun apabila dia ingat tatkala selesai berwudhu maka tidaklah mengapa dia tidak membaca basmalah. Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah_hadits:
“Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan.”

2.     Kemudian mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali . (Lihat Gambar. 1).

 

3.     Mengambil air dengan telapak tangan kanannya sambil sebagian dimasukkan kedalam mulut ( madhmadhoh ) dan sebagian dimasukkan / di hirup ke dalam hidung ( istinsyaq )  kemudian membuangnya dengan bantuan tangan kirinya ( istintsar ). Tatkala air masih di dalam mulut maka di usahakan air tersebut dikumur-kumur ( Bhs jawa : kemu ), begitu juga dengan yang ada di dalam hidung sehingga kotorannya dapat keluar. (Lihat Gambar.2).

  

4.     Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat, kecuali jika dalam keadaan berpuasa maka ia tidak mengeraskannya, karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah bersabda:

“Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa”. ( Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani dalam shahih Abu Dawud (629))

5.      Lalu mencuci muka sebanyak tiga kali. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu (Gambar 3b), dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri. (Gambar. 3a).

 

6.     Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. (Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)) (Lihat Gambar. 4)

7.     Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali, karena Allah berfirman :

dan kedua tanganmu hingga siku”. (Surah Al-Ma’idah : 6).

Cara mencuci tangan adalah dimulai dengan mencuci tangan kanan sampai siku sebanyak tiga kali baru mencuci tangan kiri sampai siku sebanyak tiga kali. ( Lihat Gambar 5).

8.     Kemudian mengusap kepala ( bedakan dengan mencuci / membasuh ) beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala. (Lihat Gambar. 6).

 

9.     Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya. Cara mengusap telinga adalah dengan memasukkan jari telunjuk pada lubang telinga sedang ibu jari mengusap bagian luar daun telinga. Perbuatan ini dilakukan sebanyak satu kali saja. (Lihat Gambar. 7).

 

10.  Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki sebanyak tiga kali, karena Allah berfirman:

 “dan kedua kakimu hingga dua mata kaki”. (Surah Al-Ma’idah : 6).

Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis. Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki. Cara mencuci kaki adalah dimulai dari kaki kanan dulu sebanyak tiga kali baru kaki kiri sebanyak tiga kali. (Lihat Gambar. 8).

  

11.  Orang yang tangan atau kakinya terpotong, maka ia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci. (Lihat Gambar. 9). Dan apabila tangan atau kakinya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.

 

12.  Setelah selesai berwudhu mengucapkan do’a sebagaimana yang diajarkan Nabi berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Umar, katanya, “Berkata Rasulullah, ‘Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan meyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Asyhadu allaa ilaaha illallooh wahdahulaa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh

“Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali hanya Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah”.

Melainkan dibukakan untuknya delapan pintu syurga, ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki”(H.R. Muslim).

Boleh ditambah dengan :

 اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

Allohummaj ‘alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin

 “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang yang bersuci”.( dalam riwayat At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (96) )

13.  Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan, tidak menunda pencucian salah satunya hingga yang sebelumnya kering.

14.  Boleh mengelap anggota-anggota wudhu seusai berwudhu.

 

Maroji’

1.     Sifat wudhu Nabi , Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.

2.     Beberapa pelajaran penting untuk segenap ummat, syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh Bin Baz.

3.     Dan beberapa sumber yang lain.

Afwan atas ketidak nyamanan artikel ini karena gambarnya belum muncul, akan tetapi antum bisa download artikelnya di sini

 

About wahonot

I a salafy man

Posted on Juni 6, 2008, in Fikh, keluarga, Muslimah. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Thanx sblumnya….

    artikel ini sangat bermanfaat….

    smoga ilmu yg anda berikan ini dpt bermanfaat..untk orang banyak…

  2. Assalamu’alaikum….
    Terima kasih atas artikel wudhu’ ini,,
    Tapi ada yang ingin saya tanyakan,,
    Kalau di Indonesia ini, umumnya juga di semua buku pelajaran Islam dan Buku Tata cara

    Shalat, wudhu’ untuk bagian kepala adalah dengan mengusap dahi (untuk hal ini tidak sampai

    seluruh rambut, hanya bagian atas saja) –> sebanyak 3X, dan lalu bagian telinga (dipisah

    dari bagian dahi) sebanyak 3X juga..
    Nah, untuk wudhu’ yang cara ini apakah salah?Atau memang karena tata cara tiap-tiap imam

    berbeda sehingga jika kita mengikuti tata cara imam tersebut maka sah-sah saja?
    Terim kasih sebelumnya

    wa’alaikumussalam…
    jazakillah atas pertanyaanya. Inilah salah satu sebab kami memasukkan artikel ini di blog ini, karena prihatin melihat kebanyakan kaum muslimin dalam melakukan ibadah tidak berdasarkan dengan dalil dari Alquran maupun sunnah Nabi, akan tetapi berdasarkan perkataan imam atau oleh kyai. Padahal kita sebagai seorang muslim dalam setiap beribadah harusnya di dasarkan dengan dalil dari Alqur’an dan sunnah nabi, bukan berdasarkan dengan perkataan fulan atau fulanah. Perkataan seseorang bisa diambil dan ditinggalkan tgt sesuai atau tidaknya dengan alquran dan sunnah nabi. Jika sesuai di ambil maka jika tidak kita tinggalkan. Semoga jawaban ini menggugah kita untuk selalu dan selalu bersemangat mencari ilmu syar’i yang sesuai dengan sunnah nabi.baarokallohulaki.
    wassalamu’alaikum….

  3. Saya di fahamkan sebelum ini bahawa ketika menyapu kepala (berwudhu), ada yang mengatakan hendaklah menyapu kulit kepala. Ada juga yang mengatakan cukup hanya sekadar menyapu 3 helai rambut di kepala, terutama sekali rambut bahagia depan (sebanyak 3 kali). Jadi, soalan saya, apakah kedua-dua huraian ini di terima? Adakah wajib/sunat/harus mengenakan/memasukkan air pada celah-celah rambut hingga terkena kulit kepala?


    secara mudahnya adalah cara mengusap ( BUKAN membasuh) kepala adalah ambil air lalu buang terus usapkan dari ujung rambut bag. depan terus disapukan kebelakang sampai tengkuk terus maju lagi terus masukkan ujung jari telunjuk ke dalam bagian telinga bersama dengan itu ibu jari mengusap bagian luar dari daun telinga sekali putaran ke depan. ini semua dilakukan sekali saja sebagaimana yg nabi lakukan . jadi bukan hanya mengusap 3 helai rambut di kepala saja. dan juga tidak ada kewajiban sampai memasukkan air pada celah-celah rambut hingga terkena kulit kepala. Kecuali hal ini dilakukan pada saat mandi janabah, dimana tatkala mandi janabah selesai wudhu baru kemudian menselai-selai rambut sampai kekulit kepala.wallohua’lam

  4. asro musakif ari hidayat

    terima kasih atas tata cara berwudlu

  5. Alhamdulillah telah sama dengan ilmu yang saya miliki sebelumx,, mudah2an ibadah kita diterima Allah Swt. Amin ya rabbal Alamain.

  6. untuk bagian kaki kanan/ kiri di basuh 3x, apakah prosesnya seperti ini :
    1. di basuh kaki kanan 1x, kemudian kaki kiri 1x
    2. di basuh kembali kaki kanan 1x, kemudian kiri 1x
    3. di basuh kembali kaki kanan 1x, kemudian kiri 1x
    sehingga genap totalnya 3x untuk kaki kanan dan 3x untuk kaki kiri …

    membasuhnya kanan 3x baru kiri 3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: