Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam (bag. 4 dari 4 tulisan)

Oleh :   Ustadz  Yazid bin Abdul Qadir Jawas

 Dalil-Dalil Ijma’ Yang Memerintahkan Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Umat Islam telah sepakat tentang wajibnya beramal dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, bahkan yang demikian termasuk memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya. Kaum muslimin menerima As-Sunnah sebagaimana mereka menerima Al-Qur’an, karena As-Sunnah merupakan sumber tasyri’ yang disaksikan Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya.“Artinya : Katakanlah : “Aku tidak mengatakan kepadamu, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah : “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat ?”. Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya) ?”. [Al-An’aam : 50]

Kaum muslimin sejak masa sahabat Rasulullah, tabi’in, tabi’it-tabi’in, dan generasi sesudahnya sampai hari ini mereka selalu mengembalikan setiap persoalan agama kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, berpegang dengannya serta menjaganya.

 

 Diantara dalil-dalil yang menyatakan bahwa para sahabat dan tabi’in berpegang kepada As-Sunnah, yaitu :

[1]. Hadits Riwayat Ahmad 1: 160

“Artinya : Tatkala Abu Bakar memegang tampuk khalifah, datang Fatimah binti Muhammad Rasulullah menemuinya untuk menanyakan bagian ayahnya, kemudian ia (Abu Bakar) berkata kepadanya : “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Sesunguhnya Allah apabila memberi makan seorang Nabi lalu ia wafat, maka ia menjadikan sebagai warisan bagi orang sesudahnya. Karena itulah aku memandang bagian ayahmu (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) harus dikembalikan kepada kaum muslimin’. Kemudian Fatimah berkata : ‘Engkau lebih mengetahui dari aku tentang apa-apa yang telah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

“Dalam riwayat lain ia (Abu Bakar) berkata : ‘Aku tidak akan meninggalkan sesuatupun yang diamalkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena aku khawatir bila aku meninggalkan perintahnya aku akan sesat”.

[2]. Hadits Riwayat Darimy 1 : 72

“Artinya : Umar berkata : ‘Sesunguhnya aku mengutus mereka (para qadhi) agar mereka mengajarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ummat agar mereka membagi rampasan perang dengan adil, dan barangsiapa ragu-ragu hendaklah ia datang menemuiku”.

[3]. Hadits Riwayat Ahmad 1 : 197-213

“Artinya : Umar bin Khaththab berdiri di hadapan Hajar Aswad seraya berkata : ‘Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu, seandainya aku tidak melihat kekasihku (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) menciummu atau menyentuhmu, niscaya aku tidak akan menyentuh dan menciummu”.

[4]. “Kata Sa’id bin Al-Musayyab : ‘Aku berwudhu seperti wudhunya Rasulullah dan aku shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah”.

[5]. Hadits Riwayat Ahmad 2 : 52

“Artinya : Ali berkata tentang berdiri ketika jenazah lewat :’Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, maka kami berdiri, dan beliau duduk, kamipun duduk”.[6]. Hadits Riwayat Ahmad dan Hakim

 

“Artinya : Ada orang berkata kepada Abdullah bin Umar : ‘Kami tidak mendapati dalam Al-Qur’an tentang cara shalat safar ?’. Ibnu Umar berkata : ‘Sesunguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita yang tadinya kita tidak mengetahui sesuatu, karenanya hendaklah kita berbuat (beramal) sebagaimana kita melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam perbuat’. Dalam riwayat lain ia berkata : ‘Tadinya kita sesat, lalu Allah menunjukkan kita dengan beliau, karenanya kita wajib mengikuti jejak beliau”.

[7]. Hadits Riwayat Ahmad

“Artinya : Datang seorang wanita kepada Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : ‘Aku diberi kabar bahwa engkau melarang wanita menyambung rambut ?’ Abdullah bin Mas’ud menjawab : ‘Ya’. Si wanita bertanya : ‘Apakah larangan itu ada dalam Kitabullah atau engkau mendengar (langsung) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.? Abdullah bin Mas’ud menjawab :’Aku dapati (larangan itu) dalam Kitabullah dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam’. Si wanita berkata lagi :’Demi Allah, aku sudah baca mushaf Al-Qur’an dari awal sampai akhir, tetapi tidak aku dapati larangan itu’. Ibnu Mas’ud berkata :’Bukankah ada di dalamnya : “Apa-apa yang datang dari Rasulullah, dan apa-apa yang dilarang tinggalkanlah”. ‘Ya’ jawab wanita itu. Selanjutnya Ibnu Mas’ud berkata : ‘Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mencabut bulu dahi, mengikir gigi, menyambung rambut dan mencacah kecuali sakit”.

[8]. Al-Maruuzy As-Sunnah hal. 14

Mu’awiyah pernah berkhutbah di atas mimbar, sesudah memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata : ‘Wahai orang-orang Arab, demi Allah seandainya kalian tidak melaksanakan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka selain kalian juga tidak akan melaksanakannya”.[9]. Al-Jami’ Bayannil ‘Ilmi wa Fadhlihi

 

 

Abu Nadhrah meriwayatkan dari sahabat Imran bin Husein, ada seorang datang kepadanya bertanya tentang sesuatu, lalu Imran bin Husein menjawabnya dari Sunnah Nabi, lalu orang yang bertanya tadi berkata : “Jawablah dari Kitabullah, jangan engkau sampaikan dari selainnya”. Imran berkata : “Kamu ini orang bodoh… Apakah kamu dapati dalam Al-Qur’an shalat zhuhur empat rakaat tidak dijaharkan bacaannya, bilangan rakaat-rakaat shalat, ukuran zakat .???. Kemudian ia berkata lagi : “Apakah kamu dapati semua itu diterangkan dalam Al-Qur’an ?. Ketahuilah Al-Qur’an yang memerintahkan, dan As-Sunnah yang menafsirkan atau menjelaskannya”.

 

 

 

[Disalin dari Buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam oleh Yazid Abdul Qadir Jawas, terbitan Pustaka Al-Kautsar]

About wahonot

I a salafy man

Posted on Mei 22, 2008, in Aqidah, keluarga, Manhaj, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: