Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam (bag. 2 dari 4 tulisan)

Oleh :   Ustadz  Yazid bin Abdul Qadir Jawas

 Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Segala Hal.

Begitu pula halnya dengan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala perkara, diantaranya ialah :

 

[1.] Hadits Riwayat Bukhari 8/139

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Setiap ummatku akan masuk syurga, kecuali yang enggan’. Mereka (para sahabat) bertanya : ‘Siapa yang enggan itu ?. Jawab Beliau : ‘Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk syurga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan”.[2.] Hadits Riwayat Bukhari 8/139-140. Fathul Bari13/249-250

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata : ‘Telah datang beberapa malaikat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau sedang tidur. Sebagian dari mereka berkata : Dia sedang tidur, dan yang lainnya berkata : Sesungghnya matanya tidur tetapi hatinya sadar. Para malaikat berkata : Sesungguhnya bagi orang ini ada perumpamaan, maka adakanlah perumpamaan baginya. Sebagian lagi berkata : Sesungguhnya dia sedang tidur. Yang lain berkata : Matanya tidur tetapi hatinya sadar. Para malaikat berkata : Perumpamaan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seperti seorang yang membangun rumah, lalu ia menyediakan hidangan dalam rumahnya itu, kemudian ia mengutus seorang pengundang, maka ada orang yang memenuhi undangannya, tidak masuk ke rumah dan tidak makan hidangannya. Mereka berkata : Terangkan tafsir dari perumpamaan itu agar orang dapat faham. Sebagian mereka berkata lagi : Ia sedang tidur. Yang lainnya berkata : Matanya tidur, tetapi hatinya sadar. Para malaikat berkata : Rumah yang dimaksud adalah syurga, sedang pengundang adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa mentaati Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti di taat kepada Allah, dan barangsiapa mendurhakai Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah mendurhakai Allah ; dan Muhammad itu adalah pemisah diantara manusia (yakni memisahkan antara orang-orang mu’min dengan orang-orang kafir atau antara yang haq dengan yang bathil)”.

 

[3.] Hadits Riwayat Bukhari 8 : 140

Dari Abu Musa, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Perumpamaanku dan perumpamaan apa-apa yang Allah utus aku dengannya, adalah seperti seorang yang mendatangi suatu kaum, lalu ia berkata : Wahai kaumku sesungguhnya aku melihat pasukan musuh dengan mata kepalaku, dan sesungguhnya aku mengecam yang nyata, maka marilah menuju kepada keselamatan. Sebagian dari kaum itu mentaatinya, lalu mereka masuk pergi bersamanya, maka selamatlah mereka. Sebagian dari mereka mendustakannya, lalu mereka dihancurkan luluh lantakkan. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang taat kepadaku dan mengikuti apa yang aku bawa ; serta demikian pula perumpamaan orang yang durhaka kepadaku dan mendustakan kebenaran yang aku bawa”[4.] Hadits Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Thahawi

 

Dari Abi Rafi’i Radhiyallahu ‘anhu : ‘Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Nanti akan ada seorang di antara kalian yang duduk di sofanya, lalu datang kepadanya perintah dari apa-apa yang aku perintah dan aku larang. Ia berkata : Aku tidak tahu apa-apa, yang kami dapati dalam Kitabullah itu yang kami ikuti (dan yang tidak terdapat dalam Kitabullah kami tidak ikuti)”.

 

[5.] Hadits Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dishahihkan Hakim dan Ahmad

Dari Miqdam bin Ma’dikariba, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Ketahuilah sesungguhnya aku diberikan Al-Qur’an dan yang seperti Al-Qur’an bersamanya, ketahuilah nanti akan ada orang yang kenyang di atas sofanya seraya berkata: Cukuplah bagi kamu berpegang dengan Al-Qur’an (saja), apa-apa yang kalian dapati hukum halal di dalamnya maka halalkanlah, dan apa-apa yang kalian hukum haram di dalamnya maka haramkanlah. (Ketahuilah) sesungguhnya apa-apa yang diharamkan Rasulullah sama seperti yang diharamkan Allah, ketahuilah tidak halal bagi kalian keledai negeri dan tiap-tiap yang bertaring dari binatang buas, dan tidak halal pula pungutan mu’akad, terkecuali bila pemiliknya tidak memerlukannya. Barangsiapa yang singgah disatu kaum, maka wajib atas mereka menghormatinya, tetapi jika mereka tidak menghormatinya, maka wajib baginya menggantikan yang serupa dengan penghormatan itu”.[6.] Hadits Riwayat Hakim 1 : 93

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata : ‘Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya mendatangiku di telaga (syurga)”.

 

[7]. Hadits Riwayat Abu Dawud 4207, Tirmidzi 2816, Ahmad 4/126-127.

Dari Abi Najih (Al-Irbadh) bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat kepada kami dengan suatu nasihat yang sungguh-sungguh meresap (dalam hati), sehingga hati kami menjadi gemetar dan air mata kami bercucuran, lalu kami berkata : ‘Ya Rasulullah, rasanya seperti nasihat orang yang mau meninggalkan kami (buat selama-lamanya), maka bepesan-pesanlah kepada kami!’ Kata beliau : Aku berpesan kepada kalian agar tetap taqwa kepada Allah, serta mendengar dan taat walaupun kamu diperintah (di pimpin) oleh seorang hamba dari negeri Habsyah (Ethiopia). Sesungghnya orang yang berusai panjang di antara kalian akan melihat berbagai perselisihan yang banyak, maka pegangilah Sunnahku dan Sunnah Khulafaurrasyidin yang memperoleh hidayah! Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu! Waspadalah terhadap segala sesuatu yang baru, sebab tiap-tiap yang baru itu bid’ah. Dan setiap bid’ah sesat”.[Disalin dari Buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Pustaka Al-Kautsar]

 

 

Iklan

About wahonot

I a salafy man

Posted on Mei 22, 2008, in Aqidah, keluarga, Manhaj, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: