Nabi Isa ‘alayhis salam Pasti akan Turun Kembali ke Bumi

‘Umar bin al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,

 Orang-orang akan datang mendebat kalian dengan syubhat (kerancuan) dari al Qur’an, maka bantahlah mereka dengan as Sunnah. Karena pengikut as Sunnah lebih mengetahui tentang Kitabullah” (HR. Imam al Lalikai dalam Syarh Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah dam Ibnu Baththah dalam al Ibaanah)

Perkataan ‘Umar bin al Khaththab radhiyallahu ‘anhu dalam atsar di atas memberikan faidah yang sangat besar bagi kaum muslimin, yaitu akan datang suatu kaum yang akan membawakan syubhat (kerancuan) dari al Qur’an dengan cara menakwilkan dan menafsirkan al Qur’an berdasarkan hawa nafsunya, maka dengan pelajaran di atas kaum muslimin dapat membantah mereka dengan as Sunnah.

 

Termasuk dalam permasalahan kedatangan kembali Nabi Isa ‘alayhis salam kembali ke dunia. Ada sebagian orang yang mengingkari bahwa Nabi Isa ‘alayhis salam masih hidup dan tidak akan kembali lagi ke dunia sebagaimana perkataan kelompok Ahmadiyah dengan membawakan penafsiran al Qur’an sesuai dengan hawa nafsu mereka.

 Ahlus Sunnah mengimani tentang turunnya Nabi Isa ‘alayhis salam di akhir zaman setelah keluarnya Dajjal dan terjadinya kerusakan di muka Bumi. Beliau ‘alayhis salam akan turun di Menara Putih sebelah Timur kota Dimasyq Syam (lihat penjelasan lengkapnya pada Shahih Muslim no. 2937), di tengah-tengah golongan yang selamat (ath Thaaifah al Manshurah) yang berperang dan berkumpul di jalan yang haq melawan Dajjal dan bala tentaranya.

 Allah Ta’ala berfirman, “Tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti, Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka” (QS An Nisaa’ : 159)

 Berkaitan dengan ayat di atas, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Yakni sebelum kematian Isa bin Maryam” (Riwayat Ibnu Jarir 6/18 dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam An Nihayah 1/131 dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 6/492)

 Imam al Hasan al Bashri juga berkata, “Yakni sebelum kematian Isa. Demi Allah, Isa sekarang masih hidup di sisi Allah, tetapi apabila ia turun, maka mereka akan beriman semua” (lihat Tafsir Ath Thabari 6/21, Tafsir Ibnu Katsir 2/415 dan Adhwaul Bayan 7/129-130).

 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak, serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorang pun yang mau menerimanya” (HR. al Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 242)

 Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,

 Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berperang demi membela kebenaran sampai Hari Kiamat. Maka kemudian turun Nabi Isa bin Maryam, kemudian pemimpin golongan yang selamat tersebut berkata kepada Nabi Isa, ‘Kemarilah shalatlah mengimami kami’, kemudian Nabi Isa menjawab, ‘Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai kemuliaan bagi ummat ini’” (HR. Muslim no. 156 (247) dan Ahmad III/384)

 Dan hadits – hadits tentang turunnya Nabi Isa ‘alayhis salam tidak hanya terdapat dalam Kitab Shahih Al Bukhari dan Muslim saja namun juga terdapat pada Kitab Sunan Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dalam Tauhid, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, Al Hakim dalam Al Mustadrak, Abu Awanah dalam Mustakhraj, Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, Ath Thayyalisi dalam Musnadnya dan lainnya (Lihat Fathul Bari 6/492 oleh Ibnu Hajar, Aqidah Ahli Islam oleh Abdullah Al Ghumari dan Qishatul Al Masih oleh Syaikh Albani)

 Begitu seriusnya masalah ini yang merupakan masalah aqidah umat Islam maka ada sebagian ulama menulis secarah khusus tentang turunnya Nabi Isa ‘alayhis salam diantaranya : Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam bukunya Nuzul Isa bin Maryam, Al Hafizh Asy Syaukani dalam risalahnya At Taudhih fii Tawaturi Maa Ja’a fii Al Mahdi wa Dajjal wal Masih, Syaikh Albani dalam bukunya Qishah Al Masih wa Dajjal wa Nuzul Isa dan para ulama lainnya. Dan Syaikh Albani berkomentar dalam kitabnya tersebut pada halaman 24, “Cukuplah akan hal itu kesepakatan para ulama pakar ahli hadits tentang mutawatirnya hadits Dajjal dan turunnya Isa dari langit seperti Al Hafizh Ibnu Katsir, Ibnu Hajar dan selainnya”. 

Pendapat ulama salaf terhadap berkaitan tentang turunnya Nabi Isa ‘alayhis sallam: 

  • Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 4/329, “Adapun Al Masih (Isa), dia pasti akan turun ke Bumi di atas menara putih sebelah Timur Damaskus untuk membunuh Dajjal”
  •  Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At Tamhid 5/440, “Dan dalil tentang kebenaran pendapat ini (yaitu masih hidupnya Isa ‘alayhis salam hingga sekarang) adalah hadits – hadits shahih dari Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bahwa Isa as. akan turun, membunuh Dajjal, menunaikan haji yang diriwayatkan dengan sanad – sanad yang tiada cacat padanya”.
  •  Al Hafizh Al Hatsami berkata dalam Bahrul Fawaid, “Tentang turunnya Isa alayHis salam telah shahih dari sejumlah hadits yang banyak sekali. Diriwayatkan oleh para Imam yang terpercaya dan tidak ada yang menolaknya kecuali orang yang sombong dan menyimpang” (lihat Al Manarul Munif hal. 148 oleh Ibnul Qayyim dan Al Jami’ li Ahkamil Qur’an 4/64 oleh Al Qurthubi)
  •  Syaikh Abdul Aziz bin Baz menegaskan, “Turunnya Isa telah ditetapkan berdasarkan Al Qur’an, hadits mutawatir dan ijma’ ulama Islam sehingga mereka selalu menyebutnya dalam kitab – kitab aqidah mereka” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 1/454). 

Dengan demikian, turunnya Nabi Isa bin Maryam merupakan suatu kepastian berdasarkan Al Qur’an, hadits mutawatir dan ijma’ para ulama. Maka dari itu berhati – hatilah wahai orang yang ragu – ragu akan hal ini !. Imam Ahmad bin Hambal pernah berkata, “Barangsiapa menolak hadits Nabi Shalallahu alaihi wa sallam, maka ia berada dalam tepi kehancuran” (Thabaqat Al Hanabilah 2/15 dan Al Ibanah Al Kubra Ibnu Baththah 1/97). 

Allah Ta’ala berfirman, 

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” (QS. Al Hasyr : 7) 

Maraji’ : 

  1. Disarikan dari tulisan Ustadz Abu Ubaidah Al Atsari di Majalah Al Furqan, Edisi 6 Tahun Ketiga, halaman 15 – 21.
  2. Panduan ‘Aqidah Lengkap, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdil Hamid al Atsari, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Qa’dah 1426 H/Desember 2005 M.
  3. Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka at Taqwa, Bogor, Cetakan Kedua, Shafar 1426 H/April 2005 M.

 

 

Iklan

About wahonot

I a salafy man

Posted on April 14, 2008, in Aqidah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sebagai pelengkap artikel yang disajikan di atas, bisa dibaca :

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/10/aqidah-shahihah-tentang-turunnya-nabi.html

    Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: