Intisari Aqidah Salafus Shalih (bag.1)

Oleh:Syaikh Sholeh Bin Fauzan Alu Fauzan

Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad penutup para Nabi, Imam para Rasul, dan yang diutus sebagai Rahmat bagi alam semesta. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam telah menyampaikan risalah, menunaikan amanat, menasehati ummat dan berjihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dengan jihad yang sebenarnya. Dengannya pula Allah subhanahu wa ta’ala telah menyempurnakan agama dan nikmat, serta mewajibkan kepada mahluk untuk mentaati dan mengikutinya, mencintai-Nya dengan kecintaan yang lebih besar daripada kecintaan terhadap diri mereka sendiri, kedua orang tua mereka, anak-anak mereka dan kepada seluruh manusia.Amma ba’du. Insya Allah kita akan menyajikan suatu pembahasan yang penting bagi setiap muslim dan muslimat, yaitu “akidah” (keyakinan) yang merupakan asas untuk membenarkan semua amalan. Setiap amalan yang tidak dibangun di atas aqidah yang selamat maka amalan tersebut tidak mendatangkan kebaikan bagi pelakunya, meskipun pelakunya telah bersusah payah dan telah menghabiskan seluruh kehidupannya dalam beramal.Aqidah merupakan asas agama dan inti dakwah para Nabi dan Rasul dari awal sampai yang terakhir. Kemudian, seorang hamba akan ditanya tentangnya pada hari kiamat, sebagaimana khabar yang terdapat dalam atsar:“Manusia yang pertama dan terakhir akan ditanya tentang dua kalimat: “Apa yang kalian sembah? Dan apa jawaban kalian terhadap para Rasul?”Setiap mahluk akan ditanya dengan dua kalimat tersebut pada hari kiamat.Jawaban yang pertama adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, dan jawaban yang kedua adalah persaksian bahwa Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam adalah utusan Allah baik secara perkataan maupun perbuatan.

AQIDAH YANG BENAR DAN KOKOH

Aqidah yang benar adalah aqidah yang dibawa dan diserukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam telah menjelaskan sesungguhnya umat ini akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan dan semuanya masuk neraka, kecuali satu. Mereka (para shahabat) bertanya: “Siapa dia wahai Rasulullah?”, maka beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“(Yakni) orang yang berada di atas perkara yang ada padaku dan para shahabatku hari ini.

Orang yang aqidahnya mencocoki aqidah yang adapada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan shahabatnya maka dia akan selamat dari adzab Allah subhanahu wa ta’ala dan akan masuk surga. Oleh sebab itu, golongan yang berpegang dan tetap di atas aqidah ini dinamakan sebagai “Golongan yang selamat” (Firqah An Najiyah).

Alasan penyebutan dengan nama ini adalah kembali kepada keberadaannya yang selamat dari adzab Allah subhanahu wa ta’ala, dan kelompok tersebut termasuk tujuh puluh tiga golongan yang ada. Sedang golongan lainnya, mereka berada dalam neraka dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kelompok yang selamat itu adalah “Ahlus Sunnah wal Jama’ah” di setiap zaman. Permulaannya adalah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan shahabatnya, sedangkan penghabisannya adalah akhir dari umat Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam ini ketika hari kiamat ditegakkan, sebagaimana yang dikhabarkan dalam hadits:“Senantiasa akan ada sekelompok dari ummatku yang selalu nampak diatas kebenaran, tidak membahayakan orang yang mencela dan menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah subhanahu wa ta’ala (hari kiamat), sedang mereka dalam keadaan seperti itu.

Kebenaran itu satu dan tidak berbilang

Benar bahwa golongan-golongan, pemahaman-pemahaman, dan madzhab-madzhab itu berbilang, akan tetapi kebenaran itu selamanya satu, tidak berbilang, dan tidak bercabang, inilah agama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan0jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (Al An’am: )

Jalan Allah subhanahu wa ta’ala, yakni jalan yang dibawa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan dilalui oleh para shahabat yang mulia dan generasi-generasi yang utama, serta orang yang mengikuti jejak mereka dari orang yang hidup pada masa akhir umat ini sampai hari kiamat. Itulah jalan Allah ‘azza wa jalla. Adapun yang bertolak belakang dan menyelisihi jalan ini adalah jalan-jalan (yang lain).Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membuat satu garis lurus, kemudian beliau shallallahu’alaihi wa sallam membuat garis-garis yang bercabang-cabang di sebelah kanan dan kirinya, lalu beliau shallallahu’alaihi wa sallam berkata tentang garis yang lurus: “Ini adalah jalan Allah!” dan beliau shallallahu’alaihi wa sallam berkata tentang garis-garis yang berada disampingnya dan terpisah-pisah: “Ini adalah jalan-jalan (yang lain) dan syaithan berada di setiap jalan-jalan tersebut, serta menyeru kepadanya.”Demikianlah penjelasan dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang makna ayat yang ulia ini:“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia.” (Al An’am: 153)

Oleh karenanya, orang-orang yang memiliki aqidah yang selamat, yakni orang-orang yang selamat dari kesesatan, dari neraka, dan dari hawa nafsu merupakan satu jamaah dan mereka adalah “Ahlus Sunnah wal Jamaah.”

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita dan kalian bagian dari mereka, mengumpukan kita bersama mereka, serta orang-orang yang berjalan di atas pedoman hidup (manhaj) mereka sampai hari di mana kita bertemu dengan-Nya.

Kedudukan orang-orang yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya

Jumlah Ahlus Sunnah terkada sedikit disebagian zaman dan kadang-kadang banyak, bahkan seringkali sangat sedikit bilangannya. Tetapi, ada berkah dan kebaikan pada diri mereka karena mereka di atas kebenaran. Sehingga, barangsiapa yang berada di atas kebenaran maka dia tidak takut karena jumlahnya yang sedikit dan tidak khawatir dengan banyaknya musuh.Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-Nabi, para shidiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An Nisa: 69)Barangsiapa yang berteman dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu para Nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih, apa yang ditakutinya?

Orang-orang yang bersabar menginginkan keridhaan Allah

Tetapi, untuk perkara ini seorang hamba sangat membutuhkan hujjah dan ilmu, serta pengetahuan tentang jalan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian sabar di atasnya, dan siap menghadapi gangguan orang-orang yang menyelisihinya. Jadi, orang yang bersabar diatas jalan Allah subhanahu wa ta’ala, di atas agama yang benar, dan di atas Sunnah, dia akan mendapati kesulitan, celaan dan cacian dari manusia, bahkan kadang-kadang gangguan yang menimpanya sampai pada batas penyiksaan, pembunuhan dan pengusiran. Tetapi, selama dia diatas kebenaran maka makarnya orang yang memiliki makar tidak membahayakannya, meskipun makar itu ditujukan kepada dunianya. Sesungguhnya, (kesudahan) yang baik baginya dan bagi orang-orang yang bertaqwa.

AQIDAH AHLUS-SUNNAH

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir, dan beriman kepada taqdir baik dan buruk.Tujuh puluh dua kelompok telah menyelisihi dan menyimpang dari prinsip-prinsip ini. Tetapi, ahli kebenaran dan orang-orang yang tetap di atas kebenaran yang selalu menghadapi ujian dan tekanan dari manusia yang diarahkan kepada mereka, tetap kokoh di atas kebenaran itu dan mereka tidak menginginkan ada suatu pergantian bagi kebenaran tersebut.

diambil dari e-book akh Ahmad Al Makassari “Mengapa Islam membenci Syirik?” di http://ashthy.wordpress.com 

Iklan

About wahonot

I a salafy man

Posted on November 22, 2007, in Aqidah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: