Empat Kaidah Memahami Tauhid (bag. 1)

Oleh:Syaikh Sholeh Bin Fauzan Alu Fauzan 

Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala shalawat dan salam semoga tetap tercurah atas nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du;Ini adalah syarah Qawaidul Arba’ yang dikarang oleh syaikul Islam Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Karena aku melihat tidak ada orang yang mensyarahnya, maka aku ingin mensyarahnya sesuai dengan kekuatan dan kemampuanku. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kekuranganku didalamnya.

Berkata mu’allif (pengarang) rahimahullah :

Bismillahirrahmaanirrahim,
Aku meminta kepada Allah yang Maha Mulia, Rabbnya ‘arsy yang agung untuk melindungimu di dunia dan akherat serta menjadikanmu diberkahi dimanapun kamu berada, juga menjadikanmu termasuk orang yang jika diberi bersyukur, jika mendapat ujian bersabar, serta jika berdosa beristighfar, maka sesungguhnya tiga hal itu adalah tanda-tanda kebahagiaan.
Ketahuilah! Semoga Allah menunjukimu untuk taat kepada-Nya. Sesungguhnya Hanifiyyah millah Ibrohim adalah kamu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mengikhlaskan agama pada-Nya, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.” (Adz Dzariyat : 56)

Maka jika kamu sudah mengetahui bahwa allah subhanahu wa ta’ala menciptakanmu untuk beribadah kepadaNya, ketahuilah! Sesungguhnya ibadah itu tidak dinamakan ibadah, kecuali dengan tauhid, sebagaimana shalat itu tidak dinamakan shalat kecuali bersama thaharah (bersuci). Jika syirik masuk kedalam ibadah, maka rusaklah sebagaimana hadats apabila masuk kedalam thaharah.Jika kamu telah tahu bahwa syirik apabila bercampur dengan ibadah, maka ia akan merusaknya dan akan menghapus amalan, serta menjadikan pelakunya termasuk orang yang kekal di neraka. Ketahuilah! Bahwa yang paling penting atasmu adalah mengetahui hal tersebut. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala melepaskanmu dari perangkap ini, yaitu syirik kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yang Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan tentangnya:“sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (an Nisaa’ : 48) 

SYARAH:
Qawaidul arba’ yang dikarang oleh Syaikul Islam Muhammad bin Abdul wahhab rahimahullah ini adalah risalah yang tersendiri, akan tetapi dicetak bersama “Tsalasatul Ushul” karena kebutuhan risalah tersebut agar berada di tangan-tangan penuntut ilmu.
Qawaid adalah bentuk jamak dari Qaidah. Sedangkan qaidah adalah pokok yang mempunyai cabang atau masalah yang banyak.Kandungan empat kaidah yang disebutkan oleh Asy syaikh rahimahullah ini adalah mengenal tauhid dan syirik.Apa kaidah didalam tauhid? Dan apa kaidah didalam syirik? Karena mayoritas manusia rusak dalam dua perkara ini, rusak dalam makna tauhid, apa itu (tauhid)? Dan mereka rusak dalammakna syirik, semua (orang) menafsirka keduanya sesuai dengan hawa nafsunya masing-masing.Akan tetapi, yang wajib bagi kita adalah mengembalikan kaidah tersebut kepada al qur’an dan sunnah, agar kaidah ini menjadi kaidah yang benar dan selamat yang diambil dari kitab Allah subhanahu wa ta’ala dan sunnah Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam, terutama dalam dua perkara besar ini, yakni tauhid dan syirik.Syaikh rahimahullah tidak menyebutkan kaidah ini dari diri atau pikirannya sendiri, sebagaimana hal tersebut dilakukan oleh mayoritas orang-orang yang rusak, tetapi kaidah ini diambil dari Kitabullah, sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta sejarah beliau shallallahu’alaihi wa sallam.Jika kamu telah mengetahui kaidah ini dan memahaminya, maka akan mudah bagimu setelah itu mengenal tauhid yang Allah subhanahu wa ta’ala mengutus dengannya para Rasul-Nya dan menurunkan dengannya kitab0kitab-Nya, serta mengenal syirik yang allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan darinya, juga menjelaskan bahaya dan kerugiannya didunia dan akherat. Ini adalah perkara yang sangat penting dan itu lebih wajib atasmu daripada mengetahui hukum-hukum shalat, zakat, dan ibadah-ibadah serta seluruh perkara duawiyah, karena hal ini adalah perkara yang paling utama dan mendasar. Sedangkan shalat, zakat, haji dan selainnya –dari perkara ibadah- tidaklah sah jika tidak dibangun diatas pondasi aqidah yang benar yaitu tauhid yang murni kepada Allah subhanahu wa ta’ala.Sungguh Syaikh rahimahullah telah memberikan muqaddimah untuk Qawaidul ‘arba’ah ini dengan mukaddimah yang agung yang didalamnya terdapat do’a bagi pencari ilmu dan peringatan atas apa-apa yang akan mereka ucapkan. Ketika beliau rahimahullah berkata “Aku meminta kepada Allah yang Maha Mulia, Rabbnya ‘arsy yang agung untuk melindungimu di dunia dan akherat serta menjadikanmu diberkahi dimanapun kamu berada, juga menjadikanmu termasuk orang yang jika diberi bersyukur, jika mendapat ujian bersabar, serta jika berdosa beristighfar, maka sesungguhnya tiga hal itu adalah tanda-tanda kebahagiaan.”. ini adalah mukaddimah yang agung. Padanya ada do’a dari Syaikh rahimahullah bagi setiappencari ilmu yang mempelajari aqidahnya dan menginginkan –dari hal tersebut- kebenaran, serta menjauhi kesesatan dan kesyirikan. Sesungguhnya dia pantas untuk mendapat pelindunga Allah subhanahu wa ta’ala di dunia dan akherat.Jika Allah subhanahu wa ta’ala melindunginya didunia dan akherat maka tidak ada jalan bagi kejelekan untuk sampai kepadanya, tidak pada agamanya dan tidakpula pada dunianya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :“Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir pelindungnya adalah syaitan.” (Al Baqarah : 257)

Apabila allah subhanahu wa ta’ala melindungimu, (maka Dia) akan mengeluarkanmu dari kegelapan, yakni kegelapan syirik dan kkufuran, keragu-raguan, serta penyimpangan menuju cahaya iman dan ilmu yang bermanfaat, serta amalan shalih.“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.” (Muhammad : 11)

Jika Allah subhanahu wa ta’ala melindungimu dengan pemeliharaan, taufiq, serta petunjukNya didunia dan diakherat, maka kamu akan berbahagia dengan kebahagiaan yang tiada celaka selamanya. Didunia Dia akan menolongmu dengan hidayah taufiq, serta berjalan diatas manhaj yang selamat. Diakherat Dia akan menolongmu dengan memasukkanmu kedalam surga-Nya dan kekal di dalamnya, dimana tiada rasa takut, sakit, celaka dan tua serta ketidakenakan. Ini merupakan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambaNya yang beriman didunia dan diakherat.

diambil dari e-book akh Ahmad Al Makassari “Mengapa Islam membenci Syirik? di http://ashthy.wordpress.com 

Iklan

About wahonot

I a salafy man

Posted on Oktober 31, 2007, in Aqidah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Barakallahu Fiikum ana numpang download ya mas artikelnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: