Kejinya Kawin Sesama Jenis (1/2)

 Oleh: admin blog.vbaitullah.or.id

Secara tidak sengaja saya membaca berita di sebuah majalah islami bahwa telah terbit sebuah buku dengan judul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual”. Buku ini adalah kumpulan artikel di jurnar Justisia Fakultas Syari’ah IAIN Semarang edisi 25, tahun XI, 2004. Saya tidak tahu bagaimana asal-usulnya, tiba-tiba hati ini bergemuruh, lidahpun spontan beristighfar kepada Alloh Ta’ala sambil mohon keselamatan dari kesesatan dan kekufuran yang nyata ini dan saat itu pun saya mau marah, akan tetapi marah kepada siapa?
Kalau buku semacam itu ditelorkan oleh orang-orang kafir atau paling tidak diluncurkan oleh sebuah instansi yang tidak memahami ajaran agama dengan bagus, maka hal itu masih ada kemungkinan. Akan tetapi tatkala sebuah buku kufur semacam itu keluar dari sebuah lembaga yang “islami” yang diharapkan akan menelorkan sarjana-sarjana muslim, maka ini menjadi sesuatu yang sangat aneh bin ajaib. Namun keanehan ini harus segera disingkirkan, karena bukankah ini bukan kasus pertama yang keluar dari perguruan tinggi model ini?! Berbagai kasus masih sangat segar di ingatan kita, mulai dari kasus demonstrasi tidak wajibnya jilbab, ungkapan anjing-hu akbar, dan lainnya. Oleh karena itu, tidak heran kalau Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menulis buku Ada Pemurtadan di IAIN.

Dalam buku tersebut para penulisnya mengajak secara terang-terangan untuk mengakui dan mendukung perkawinan sesama jenis. Bahkan yang lebih parah dari itu, para penulis secara terang-terangan menghina Nabi Luth dalam peng- haramannya terhadap pernikahan sesama jenis. Mereka menganggap bahwa pengharaman itu berangkat dari rasa kekecewaan karena Nabi Luth gagal menikahkan kedua putrinya dengan kedua pemuda kaumnya yang kebetulan kaum homoseksual. Perhatikanlah apa yang mereka katakan:

 “Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tersebut tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki- laki yang dinilai oleh Luth tidak normal Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, Al Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.”

Dalam buku tersebut juga digambarkan bahwa Nabi Luth adalah sesosok orang yang emosional dan tolol. Perhatikan ucapan mereka:

 “Luth yang mengecam orientasi seksual sesama jenis mengajak orang-orang di kampungnya untuk tidak mencintai sesama jenis. Tetapi ajakan Luth ini tidak digubris mereka. Berangkat dari kekecewaan inilah kemudian kisah bencana alam itu direkayasa. Istri Luth, seperti cerita al Quran, ikut jadi korban. Dalam Al Quran maupun Injil, homoseksual dianggap sebagai faktor utama penyebab utama dihancurkannya kaum Luth, tapi ini perlu dikritisi… saya menilai bencana alam tersebut ya bencana alam biasa sebagaimana gempa yang terjadi di beberapa wilayah sekarang. Namun karena pola pikir masyarakat dulu sangat tradisional dan mistis lantas bencana alam tadi dihubung-hubungkan dengan kaum Luth … ini tidak rasional dan terkesan mengada-ngada. Masa hanya faktor orang yang homo, kemudian terjadi bencana alam.”

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, apakah ucapan semacam ini akan keluar dari mulut seseorang yang mengaku muslim? Namun, itulah kenyataannya!!!

 1 Homoseks dan Lesbian Haram Sampai Kiamat

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa homoseks dan lesbian (menjalin hubungan dengan sejenis untuk memenuhi nafsu birahi) adalah perbuatan haram berdasarkan al-Qur’an, as- Sunnah, dan kesepakatan para ulama serta akal sehat manusia. Adapun dalil dari al-Qur’an, maka perhatikanlah firman Alloh Ta’ala berikut ini:

 Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya berkata:”Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.”Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang- orang yang berdosa itu. (QS. al- A’raf [7]: 80-84)

 Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata:”Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertaqwalah kepada Alloh dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

 Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).”

 Para utusan (malaikat) berkata:”Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali- kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Shubuh; bukankah Shubuh itu sudah dekat?”Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (QS. Hud [ 11]: 77-82)

Dan ayat-ayat yang semakna dengan kisah Nabi Luth bersama kaumnya ini sangat banyak. Di antaranya QS. al-Hijr [15]:57-77, al-Anbiya’ [21]: 74, asy-Syu’ara [26]: 160-174, an- NamI [27]: 54-58, al-Ankabut [29]: 28-35.

Para ahli tafsir sejak zaman sahabat sampai sekarang, baik yang Ahlus Sunnah maupun lainnya sepakat, ayat ini menceritakan tentang adzab yang ditimpakan Alloh Ta’ala kepada kaum Nabi Luth yang homoseksual tersebut.

Sebagai contoh, perkataan yang disampaikan Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan surat al-A’raf:

“Luth adalah putra Harun bin Azar, beliau adalah keponakan Nabi Ibrahim. Luth ini orang yang beriman bersama Nabi Ibrahim, lalu keduanya pergi hijrah ke negeri Syam. Selanjutnya, Alloh mengutusnya agar mendakwahi kaum Saddum dan daerah sekelilingnya. Beliau menyeru mereka untuk beribadah kepada Alloh, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah ke- mungkaran yang mereka kerjakan juga perbuatan keji (homoseksual) yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelumnya, yaitu laki-laki berbuat seksual terhadap laki-laki. Setelah mendengarkan dakwah Luth, mereka bukannya menerima dakwah, tetapi malah mengusir Nabi Luth agar keluar dari negerinya. Lalu Nabi Luth keluar dan Alloh menghancurkan negerinya dengan dibalik, lalu mereka diadzab dengan adzab yang pedih berupa batu yang sangat panas.”

Adapun dalil dari hadits Rasulullah, maka sangat banyak. Di antaranya:

Dari Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:

 “Barangsiapa yang kalian temukan mengerjakan perbuatannya kaum Luth maka bunuhlah yang mengerjakan dan yang dilakukan terhadapnya.”2

Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah bersabda:

 “Alloh melaknat orang yang mengerjakan apa yang dilakukan oleh kaum Luth.” (tiga kali).3

Dari jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah bersabda:

 “Sesungguhnya yang paling saya takutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Nabi Luth.”4

 2 Para Ulama’ Telah Sepakat Atas Keharamannya

Berkata Imam Baihaqi:

 “Bab dalil yang mengharamkan perbuatan homoseks, lesbian, dan mengumpuli binatang. Dan ulama sepakat atas keharaman perbuatan ini.”5

Berkata Imam Ibnu Qudamah:

 “Para ulama telah sepakat bahwa perbuatan homoseks hukumnya haram.”6

Berkata Imam Ibnul Qayyim:

 “Para sahabat sepakat bahwa orang yang melakukan perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth itu dibunuh, tidak ada perselisihan satu pun di antara mereka. Mereka hanya berselisih tentang bagaimana cara membunuhnya. Namun ada sebagian orang yang menyangka apakah pelakunya dibunuh atau tidak, lalu dia menganggapnya sebagai sebuah masalah yang masih diperselisihkan, padahal sebenarnya ini adalah masalah yang disepakati oleh mereka.”7

Nukilan ijma’ ini juga dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad 5/40.

Catatan Kaki

2

HR. Abu Dawud: 4462, Tirmidzi: 1456, Ibnu Majah: 2561, Ahmad 1/300 dengan sanad shahih.

3

HR. Ahmad, Abu Ya’la: 2539, Ibnu Hibban: 4417, Hakim 4/356, Thabrani: I 1546, Baihaqi 8/231 dengan sanad shahih.

4

HR.Tirmidzi: 1457, Ibnu Majah: 2564 dengan sanad hasan.

5

Sunan Baihaqi 8/231.

6

al- Mughni 9/58.

7

Lihat ad-Da’ wad Dawa’ hal. 263.


Disalin dari majalah Al Furqon Edisi 12 tahun V / Rajab 1427/ Agustus 2006

 di ambil dari http://blog.vbaitullah.or.id

di upload kembali oleh http://wahonot.wordpress.com

About these ads

About wahonot

I a salafy man

Posted on Agustus 12, 2008, in Aqidah, keluarga, Muslimah, Tazkiyatun nafs. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. aaaarrrrggggghhhhh..
    bantu aku kluar dari mencintai sesama jenis..
    aku punya cwe dan aku ingin ngajak dia juga kluar dr lingkaran itu.

    ya Allah pa yg aku lakukan selama ini ??
    hikssss
    hikssss

    wahai ukhti indah bertobatlah kepada Alloh dg tobat yg sesungguhnya, Alloh pasti akan mengampuni kita dan merenungkan akibat dari apa yg anda lakukan,banyak membeca kisah orng2 dl seperti kisah kaum nabi daud. jauhi tmpt2 yg bisa menimbulkan keinginan berbuat yg terlarang td. berkumpullah dengan tmn2 yg sholeh, belajar ilmu agama akan menguatkan iman dan ilmu kita.senantiasa ingt kepada Alloh dan rasakanlah bahwa Alloh senantiasa melihat kita dimanapun kita berada. Alloh akan membalas segala perbuatan kita.jika kita tidak bertobat maka adzabnya begitu pedih, ingtkah kisah kaum nabi daud yg Alloh timpakan adzab berupa dilemparinya dengan batu panas dan dibalikkan bumi mereka krn berbuat mkasiat itu?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: