Arsip Bulanan: Mei 2008
Perintah Mentaati Dan Memuliakan Penguasa Serta Tidak Memberontak Kepadanya
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Meskipun kamu diperintah oleh budak Habsyi yang (jelek) terpotong hidungnya tetaplah kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpinmu dengan Kitab Allah.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1062)
Beliau bersabda :
“Barangsiapa yang mentaatiku berarti ia mentaati Allah dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka ia bermaksiat kepada Allah dan siapa yang taat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) berarti ia mentaatiku dan siapa yang bermaksiat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) maka ia berarti bermaksiat kepadaku dan amirnya adalah tameng.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1065-1068 ) Read the rest of this entry
Demonstrasi bukan Metode Salafush Shaleh (bag. 4-habis)
Oleh: Al-Ustadz Zuhair Syarif
BANTAHAN TERHADAP SYUBHAT ABDURRAHMAN ABDUL KHALIQ
Di awal sudah saya singgung masalah manhaj Abdurrahman Abdul Khaliq terhadap pemerintah Muslimin. Yaitu bolehnya memakai demonstrasi sebagai alat dakwah dengan berdalil riwayat Umar radliyallahu ‘anhu yang dibawakan oleh seorang penanya di atas. Dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa beliau belum tahu shahih dan dlaifnya riwayat tersebut. Syaikh Abdul Aziz bin Bazz telah membantah syubhat Abdurrahman Abdul Khaliq dalam surat menyurat antara beliau dengan Abdurrahman Abdul Khaliq. Kata Syaikh bin Bazz: “Engkau menyebutkan pada kitab Fushul Minas Siyasah As Syar’iyyah halaman 31-32 bahwasanya termasuk dari uslub (metode) dakwah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah demonstrasi. Read the rest of this entry
Demonstrasi bukan Metode Salafush Shaleh (bag. 3)
Oleh: Al-Ustadz Zuhair Syarif
DEMONSTRASI ATAU UNJUK RASA MERUPAKAN BENTUK TASYABUH (MENYERUPAI) ORANG-ORANG KAFIR
Sangat disayangkan, para demonstran ini mayoritas mereka adalah aktivis-aktivis Islam.Tetapi mengapa mereka melakukan hal ini ? mana ciri Islam mereka ? Atas dasar apa mereka melakukan hal-hal itu ? Apakah berdasarkan dalil ataukah berdasarkan syubhaat (kekaburan pemahaman) ? Mereka–Mahasiswa/ rakyat yang beragama Islam– tidak sadar bahwa mereka telah melakukan perbuatan yang dilarang Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam, junjungan mereka, yaitu larangan menyerupai orang-orang kafir. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengabarkan: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka mereka termasuk kaum tersebut.” Malah demonstrasi ini termasuk bentuk tasyabuh terhadap orang kafir. Telah diterangkan oleh Syaikh Al Albani hafidhahullah tatkala seorang penanya menyampaikan pertanyaan kepada beliau yang lengkapnya demikian: Read the rest of this entry
Demonstrasi bukan Metode Salafush Shaleh (bag. 2)
Oleh: Al-Ustadz Zuhair Syarif
MANHAJ SALAFUS SHALIH BERAMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR KEPADA PEMERINTAH
Allah adalah Dzat yang Maha adil. Dia akan memberikan kepada orang-orang yang beriman seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Sebaliknya Dia akan menjadikan bagi rakyat yang durhaka seorang pemimpin yang zhalim.
Maka jika terjadi pada suatu masyarakat seorang pemimpin yang zhalim, sesungguhnya kedhaliman tersebut dimulai dari rakyatnya. Meskipun demikian apabila rakyat dipimpin oleh seorang penguasa yang melakukan kemaksiatan dan penyelisihan (terhadap syariat) yang tidak mengakibatkan dia kufur dan keluar dari Islam maka tetap wajib bagi rakyat untuk menasihati dengan cara yang sesuai dengan syariat. Read the rest of this entry
Demonstrasi bukan Metode Salafush Shaleh (bag. 1)
Oleh: Al-Ustadz Zuhair Syarif
Gejolak unjuk rasa atau demonstrasi yang saat ini sedang marak, mengundang komentar banyak pengamat. Sebagian mereka mengatakan: “Aksi unjuk rasa ini dipelopori oleh oknum-oknum.” Adapula yang berkomentar: “Tidak mungkin adanya gejolak kesemangatan untuk aksi kecuali ada yang memicu atau mengompori.” Sedangkan yang lain berkata: “Demonstrasi ini adalah ungkapan hati nurani rakyat.”
Namun dalam tulisan ini kita tidak menilai mana pendapat pengamat yang benar dan mana yang salah. Tetapi kita berbicara dari sisi apakah demonstrasi ini bisa digunakan sebagai sarana/alat dakwah kepada pemerintah atau tidak? Atau apakah tindakan ini bisa dikatakan sebagai jihad[1]? Read the rest of this entry
Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an
Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ditinjau Dari Hukum Yang Ada Maka Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an, Sebagai Berikut :
As-Sunnah berfungsi sebagai penguat hukum
Dengan demikian hukum tersebut mempunyai dua sumber dan terdapat pula dua dalil. Yaitu dalil-dalil yang tersebut di dalam Al-Qur’an dan dalil penguat yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. berdasarkan hukum-hukum tersebut banyak kita dapati perintah dan larangan. Ada perintah shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, ibadah haji ke Baitullah, dan disamping itu dilarang menyekutukan Allah, menyakiti kedua orang tua serta banyak lagi yang lainnya. Read the rest of this entry
Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam (bag. 4 dari 4 tulisan)
Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Dalil-Dalil Ijma’ Yang Memerintahkan Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Umat Islam telah sepakat tentang wajibnya beramal dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, bahkan yang demikian termasuk memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya. Kaum muslimin menerima As-Sunnah sebagaimana mereka menerima Al-Qur’an, karena As-Sunnah merupakan sumber tasyri’ yang disaksikan Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya. Read the rest of this entry
Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam (bag. 3 dari 4 tulisan)
Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Petunjuk Yang Dapat Diambil Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
Dalil-dalil dari Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam yang tersebut diatas memberikan petunjuk yang sangat penting sekali kepada kita, secara umum sebagai berikut.
[1]. Tidak ada perbedaan antara hukum Allah dan hukum Rasul-Nya, karenanya tidak boleh seorang mu’min memilih-milih dengan maksud menyalahi, dan yang demikian termasuk durhaka kepada Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam, sebagaiman dia durhaka kepada Allah, perbuatan itu adalah kesesatan yang nyata. Read the rest of this entry
Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam (bag. 2 dari 4 tulisan)
Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Segala Hal.
Begitu pula halnya dengan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala perkara, diantaranya ialah :
[1.] Hadits Riwayat Bukhari 8/139
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Setiap ummatku akan masuk syurga, kecuali yang enggan’. Mereka (para sahabat) bertanya : ‘Siapa yang enggan itu ?. Jawab Beliau : ‘Barangsiapa yang mentaatiku pasti masuk syurga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan”. Read the rest of this entry
Cerita Fiksi dan Sandiwara Islami
Oleh: Admin Majalah Nikah
Akhir-akhir ini masyarakat muslim Indonesia disuguhi dengan menjamurnya berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus buku berisi cerita fiksi, cerpen, atau novel berlabel “Islam”. Buku-buku tersebut itu kini memadati rak-rak di berbagai toko buku, dijual secara bebas, dikemas dengan cover menarik dan fantastis, dan dikonsumsi berbagai kalangan. Baik tua maupun muda, remaja hingga dewasa.
Fenomena ini diiringi dengan hadirnya film-film dan sandiwara islami. Baik yang diangkat dari buku-buku tersebut, ataupun cerita film rekaan sang sutradara. Pertanyaan demi pertanyaan mengemuka, bagaimana sebenarnya Islam memandang hal ini? Berikut penjelasan Syekh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan tentang persoalan tersebut. Read the rest of this entry


























































